PENTASYARUFAN BISAFARI (BINA USAHA DHUAFA MANDIRI) TAHAP II

Hidup serba kekurangan tak harus membuat mereka berpangku tangan. Dilandasi ketaqwaan kepada Allah SWT, para dhuafa di Kota Madiun bergeliat untuk bangkit mengembangkan usaha kecil yang tengah ditekuninya dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga. Namun demikian, apa daya jika mereka terkendala dengan masalah modal usaha bahkan alat kerjanya.

Untuk itu, BAZNAS Kota Madiun pada tanggal 27 September 2017 mentasyarufkan Program BISAFARI (Bina Usaha Dhuafa Mandiri) Tahap I dan dilanjutkan pada tanggal 25 Oktober 2015 untuk Tahap II. Dengan demikian BAZNAS Kota Madiun bersama Program CSR Bank Jatim Peduli pada tahun 2017 ini telah mentasyarufkan alat kerja dan modal usaha bagi dhuafa kepada 159 orang.

Diantara dhuafa di Kota Madiun yang mendapat bantuan alat kerja dan modal usaha dari BAZNAS Kota Madiun mempunyai usaha bervariasi mulai Bakul Bensin, Jajanan, Gorengan, Warung, Mracang, Bakul Sayur keliling, Tukang Potong Rambut, Penjaghit, percetakan, dsb.

Ketua Pimpinan BAZNAS Kota Madiun, Bapak H. Eddie Sanyoto, S.Sos mengatakan, ”Tidak semua orang mendapat bantuan tersebut. Ada beberapa kriteria dhuafa yang berhak mendapat bantuan dari BAZNAS Kota Madiun, yakni dhuafa yang mempunyai usaha kecil yang dimungkinkan dapat lebih berkembang, rajin dan aktif mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungannya, berperilaku baik dan jujur, direkomendasikan oleh BAZ Tingkat Kelurahan, dan lain sebagainya”.

Pada tahun 2017 ini Bank Jatim melalui program CSR Bank Jatim Peduli ambil bagian sebanyak 112 gerobak/etalase. Adapun UPZ Kantor Kemenag Kota Madiun 8 unit, PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun 3 unit dan BPR Bank Daerah Kota Madiun 2 unit serta non gerobak/etalase dari BAZNAS Kota Madiun sebanyak 34 unit. Pada acara tersebut juga diserahkan Piagam Penghargaan oleh Bapak Walikota Madiun kepada Mitra Kerja yang telah ikut berpartisipasi dalam program ini (*)